MENGUNGKAP MADINAH YANG TERSEMBUNYI

KBIHU AG Menembus Jejak Sejarah yang Jarang Dikunjungi Jamaah Haji

MADINAH – Liputan Hukum Indonesia.–
Jika kebanyakan jamaah hanya mengenal Masjid Nabawi, Quba’, atau Jabal Uhud, berbeda dengan Jamaah Haji KBIHU Al-Gratis (AG). Pada Minggu, 14 Juni 2026, KBIHU AG kembali menghadirkan ziarah edukatif dengan menyusuri situs-situs sejarah Madinah yang jarang dikunjungi, namun menyimpan kisah besar perjalanan Rasulullah SAW dan para sahabat.

Dipandu langsung oleh Pembimbing PIH KBIHU AG, Mohamad Djasuli dan ustad Muzakki, rombongan mengunjungi Masjid ‘Usbah, Bi’ru Hejim, Bi’ru Ghars, serta Turbatus Syifa’ (Bustanun Syifa’). Perjalanan ini menjadi salah satu agenda istimewa KBIHU AG yang tidak banyak ditemui pada program ziarah haji maupun umrah pada umumnya.

“Sejarah Islam tidak hanya tersimpan di tempat-tempat yang terkenal. Justru banyak lokasi yang jarang dikunjungi, tetapi memiliki nilai sejarah dan pelajaran yang sangat berharga,” ungkap Mohamad Djasuli kepada jamaah.

Perjalanan diawali menuju Masjid Usbah, sebuah masjid bersejarah yang berada di kawasan pemukiman lama Madinah. Di lokasi ini, jamaah diajak memahami bagaimana masjid pada masa Rasulullah SAW bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, musyawarah, dan pembinaan umat.

Selanjutnya rombongan bergerak menuju Bi’ru Hajim, salah satu sumur tua yang menjadi bagian dari sejarah kehidupan masyarakat Madinah pada masa kenabian. Di tempat ini, jamaah memperoleh penjelasan mengenai pentingnya sumber air bagi kehidupan kota Madinah yang sejak dahulu dikenal sebagai daerah oasis di tengah hamparan padang pasir.

Perjalanan berlanjut ke Bi’ru Ghars, sumur yang memiliki kedudukan istimewa dalam literatur sejarah Islam. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah menggunakan air dari sumur tersebut, bahkan berwasiat agar airnya digunakan untuk memandikan jenazah beliau. Kisah ini membuat banyak jamaah terharu dan semakin merasakan kedekatan dengan kehidupan sederhana Rasulullah SAW.

“Di tempat-tempat seperti inilah kita menyadari bahwa Rasulullah SAW hidup dengan penuh kesederhanaan. Air yang beliau gunakan berasal dari sumur yang hingga hari ini masih dikenang dalam sejarah Madinah,” tutur Mohamad Djasuli.

Destinasi terakhir adalah kawasan *Bustanun Syifa’*, yang juga dikenal masyarakat sebagai *Turbatus Syifa’*. Lokasi ini telah lama dikenal dalam tradisi masyarakat Madinah sebagai kawasan yang dikaitkan dengan kisah-kisah penyembuhan.

Namun kepada jamaah, KBIHU AG memberikan penjelasan secara proporsional dan berbasis ilmu.

“Kita menghormati sejarah dan tradisi yang berkembang di masyarakat, tetapi keyakinan seorang muslim tetap harus berlandaskan Al-Qur’an dan hadis yang sahih. Tempat ini menjadi pelajaran sejarah, sedangkan kesembuhan sejati datang hanya dari Allah SWT,” tegas Mohamad Djasuli.

Pendekatan edukatif inilah yang menjadi ciri khas KBIHU AG dalam setiap kegiatan ziarah. Jamaah tidak hanya diajak melihat lokasi-lokasi bersejarah, tetapi juga diajak memahami mana yang merupakan fakta sejarah, mana yang berupa riwayat, dan mana yang termasuk tradisi masyarakat sehingga tidak terjebak pada pemahaman yang berlebihan.

Selama mengikuti kegiatan tersebut, antusiasme jamaah terlihat sangat tinggi. Banyak peserta mengaku baru mengetahui bahwa Madinah masih menyimpan begitu banyak situs sejarah yang belum dikenal luas oleh jamaah Indonesia.

Menurut Mohamad Djasuli, tujuan utama ziarah bukanlah mengagungkan bangunan atau tempat, melainkan mengambil pelajaran dari perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam membangun peradaban Islam.

“Kami ingin jamaah pulang tidak hanya membawa foto-foto perjalanan, tetapi juga membawa ilmu, hikmah, dan kecintaan yang semakin besar kepada Rasulullah SAW,” ujarnya.

Program ziarah sejarah seperti ini menjadi salah satu keunggulan pembinaan KBIHU AG. Selain mendampingi jamaah dalam pelaksanaan manasik dan ibadah, KBIHU AG juga menghadirkan pembelajaran sejarah Islam secara mendalam namun mudah dipahami. Untuk program umrah, KBIHU AG saat ini bekerja sama dengan [Ventour Travel](https://ventour.co.id?utm_source=chatgpt.com) sebagai mitra penyelenggara perjalanan.

Quote Hari Ini

> “Semakin dalam kita menyusuri Madinah, semakin kita sadar bahwa yang paling berharga bukan sekadar tempat yang kita datangi, tetapi pelajaran iman yang kita bawa pulang.” — Mohamad Djasuli

Leave a Comment