Bangkalan — Liputan Hukum Indonesia.–
Pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas peternak lokal menghadapi tantangan ketersediaan pakan, khususnya saat memasuki musim kemarau. Pelatihan pembuatan Silase yang dilakukan di Desa Sembilangan menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Pelaksanaan pelatihan pembuatan pakan fermentasi Silase pada Kamis, 27 November 2025 menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat yang melibatkan kolaborasi antara Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bangkalan serta mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Trunojoyo Madura sebagai fasilitator kegiatan. Program ini menjadi bagian dari program intervensi komunitas yang bertujuan meningkatkan kemandirian peternak di Desa Sembilangan dalam menyediakan pakan berkualitas bagi ternak mereka.
Kegiatan dimulai dengan sosialisasi mengenai konsep dasar silase, manfaat, nutrisi yang terkandung serta edukasi kesehatan hewan ternak oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bangkalan sebagai narasumber ahli.
Kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan silase dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bangkalan sebagai pendamping dalam praktik tersebut dari mulai pencacahan hijauan, pencampuran probiotik, molase hingga proses fermentasi. Selama proses sosialisasi dan praktik pembuatan silase, masyarakat Desa Sembilangan menunjukkan partisipasi yang sangat aktif. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan saat diskusi dan juga di setiap proses praktik mulai dari pencampuran bahan hingga proses fermentasi.
Pada Kamis, 4 Desember 2025, Mahasiswa Program Studi Psikologi UTM sebagai fasilitator kegiatan pelatihan tersebut kemudian melakukan evaluasi bersama dengan Dinas peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bangkalan mengenai hasil fermentasi silase. Pemeriksaan dilakukan dari segi aroma, warna dan juga tekstur. Hasilnya, pihak Dinas Peternakan menyatakan bahwa pakan silase berhasil dibuat denfan kualitas yang baik, ditandai dengan aroma asam segar, warna hijau kekuningan dan tekstur yang mudah patah menandakan proses fermentasi berjalan optimal.
_“Aromanya harum, untuk cara pemberiannya ini harus dianginkan dulu agar bau amonianya tidak terlalu menyengat, dan pemberiannya itu sedikit demi sedikit ya.”_ — Diny Elmiyanti (Pengawas Mutu Pakan Ahli Muda Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Bangkalan)
Hal tersebut menjadi temuan yang dapat memastikan bahwa silase yang diproduksi aman dan layak diberikan sebagai pakan alternatif untuk hewan ternak, terutama saat menghadapi musim kemarau yang sering membuat rerumputan atau hijauan sulit ditemukan.
Keberhasilan pelatihan ini menjadi langkah positif bagi peternak Desa Sembilangan dalam memastikan ketersediaan pakan bernutrisi tetap terjaga meskipun musim kemarau. Pemanfaatan rerumputan sebagai bahan baku silase memberikan alternatif pakan yang lebih stabil, bernutrisi dan mudah diolah sehingga dapat mendukung kesehatan hewan ternak.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bangkalan menyampaikan apresiasi kepada Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Trunojoyo Madura atas peran sebagai fasilitator yang mampu mengelola pelatihan pembuatan silase tersebut dengan baik dan berhasil serta mampu menjalin komunikasi efektif dengan masyarakat. Dinas juga menilai kolaborasi ini memberi dampak nyata bagi peningkatan kapasitas peternak di tingkat desa.
Sebaliknya, mahasiswa turut memberikan apresiasi kepada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bangkalan atas pendampingan teknis, penyampaian materi serta keterlibatan langsung dalam proses evaluasi hasil fermentasi. Dukungan tersebut menjadi bagian penting yang memastikan kegiatan berjalan sesuai standar dan menghasilkan silase dengan kualitas yang baik.
Dengan keberhasilan fermentasi ini, kegiatan tersebut menunjukkan bagaimana kerja sama antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat dapat menghadirkan solusi sederhana namun berdampak besar bagi keberlanjutan sektor peternakan. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus diperkuat dan dikembangkan dalam kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat di masa mendatang Pungkasnya.
(MALIK)