Bangkalan,Liputan Hukum Indonesia.–
Desa Tajungan, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan kini tengah berupaya dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat melalui Program Intervensi Komunitas yang bertajuk “Satu Langkah Bersama, Lingkungan Tajungan Terjaga”. Program ini di jalankan oleh Mahasiswa program studi Psikologi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang bekerjasama dengan perangkat desa, ibu-ibu KPM PKH, pengepul sampah serta seluruh tokoh masyarakat.
Program intervensi ini dilaksanakan sebagai langkah perbaikan dalam menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan sampah. Salah satu tantangan utamanya yaitu kurang fasilitas yang mendukung. Kepala Desa Tajungan menyampaikan adanya kendala dalam penyediaan tempat pembuangan sampah 3R (reduce, reuse, recycle) yang disebabkan karena efisiensi anggaran.
“Dulu sempat saya ajukan tempat pembuangan sampah, Mbak, tapi memang belum bisa ditindak lanjuti. Desa Tajungan juga anggarannya paling rendah nomor kedua di Kecamatan Kamal, jadi kita masih berupaya mendahulukan yang sekiranya penting dulu.” Ujar kepala desa saat ditemui di kantor balai desa pada tanggal 08 Septemper 2025.
Program Bank Sampah dipilih sebagai solusi yang tidak hanya dapat mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi warga Desa Tajungan melalui pengelolaan sampah anorganik. Program ini berlangsung dari 01 November hingga 22 November 2025, diawali dengan sosialisasi tentang pentingnya pengelolaan sampah yang efektif dan berlanjut pada pelaksanaan program bank sampah.
Program bank sampah dilaksanakan selama beberapa pekan di empat dusun yang berada di Desa Tajungan, yakni Dusun Sawo, Dusun Asem, Dusun Balai, dan Dusun Pulo. Masyarakat Desa Tajungan diajak untuk berpartisipasi dalam proses pemilahan dan menabung sampah anorganik yang selanjutnya ditimbang dan dicatat sebagai saldo. Setiap pekan, sampah dijual ke pengepul untuk menambah penghasilan.
Program ini mendapat sambutan hangat dari seluruh masyarakat. Warga merasa terbantu dengan adanya program ini karena mereka mengetahui cara mengelola sampah dengan benar dan mereka berharap kondisi lingkungan dapat menjadi lebih bersih, sehat dan tertata. Dukungan dari seluruh elemen menjadi harapan besar agar program ini dapat berkelanjutan sebagai budaya baru dalam menjaga kelestarian Desa Tajungan.
Terakhir, mahasiswa yang berperan sebagai fasilitator berharap program ini dapat menginspirasi setiap elemen masyarakat, termasuk perangkat desa, kepala dusun, dan setiap warga, sehingga mampu meneruskan program sampah yang sudah dijalankan. Terutama terkait kesadaran masyarakat dalam pentingnya pemilahan sampah sebagai upaya pengelolaan sampah pungkasnya.
(Malik)