Bangkalan, Liputan Hukum Indonesia.–
15 Desember 2025,Upaya peningkatan kebersihan lingkungan kembali digencarkan di Kabupaten Bangkala. Dalam kelompok mahasiswa psikologi yang tergabung dalam program Intervensi Komunitas melalui inisiasi pembangunan insinerator di Desa Kesek, Kecamatan Labang, sebagai langkah strategis dalam mengatasi permasalahan sampah rumah tangga yang selama ini belum tertangani secara optimal.
Kegiatan peresmian insinerator dilaksanakan di balai desa setempat pada tanggal 29 November 2025 dan dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga. Dalam acara tersebut, para mahasiswa memperkenalkan fungsi insinerator sekaligus memberikan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis teknologi sederhana agar tidak mencemari lingkungan.
Ketua Kelompok Intervensi Komunitas menjelaskan bahwa inisiasi pembangunan insinerator dilakukan setelah melakukan pemetaan masalah dan observasi kebutuhan lingkungan. Menurutnya, Desa Kesek masih menghadapi permasalahan penumpukan sampah rumah tangga, sehingga dibutuhkan metode penanganan yang efektif.
“Insinerator ini kami bangun untuk membantu masyarakat mengelola sampah dengan cara yang lebih higienis dan ramah lingkungan. Selama ini banyak warga yang membakar sampah secara terbuka, yang sebenarnya dapat mencemari udara dan menganggu kesehatan. Dengan adanya insinerator, proses pembakaran menjadi lebih terkendali dan lebih aman,” ujarnya.
Perangkat Desa Kesek turut memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan solusi nyata bagi warga. Ia menyampaikan bahwa pemerintah desa siap mendukung keberlanjutan program ini demi meningkatkan kualitas lingkungan setempat.
“Kami menyambut baik inisiatif dari adik-adik mahasiswa ini. Kehadiran insinerator sangat penting karena sampah menjadi persoalan sehari-hari. Kami harap fasilitas ini dapat dijaga bersama dan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, ” tutur sekretaris desa pada serah terima insinerator (29/11/2025).
Tidak hanya membangun insinerator, mahasiswa juga memberikan pelatihan kepada warga terkait cara penggunaan, perawatan, serta pengelolaan abu sisa pembakaran agar tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari. Program pendampingan masih akan berlanjut selama beberapa minggu ke depan untuk memastikan warga benar-benar mampu mengoperasikan insinerator secara mandiri.
Salah satu warga yang mengikuti kegiatan peresmian juga menyampaikan rasa syukur atas adanya fasilitas tersebut. Ia berharap keberadaan insinerator dapat mengurangi sampah yang sebelumnya menumpuk dan sulit ditangani. “Kami senang karena sekarang ada alat untuk membakar sampah yang lebih aman. Semoga setelah ini lingkungan desa bisa lebih bersih,” katanya.
Pembangunan insinerator ini merupakan bagian dari komitmen mahasiswa dalam membantu masyarakat desa meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menciptakan perubahan perilaku dalam mengelola sampah dengan cara yang lebih bertanggung jawab.
Dengan hadirnya insinerator di Desa Kesek, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dapat meningkat, sekaligus mendukung program pemerintah daerah dalam mewujudkan lingkungan desa yang sehat, bersih, dan berkelanjutan.
(Malik)