Macam-Macam Kesehatan Mental

Oleh: Shofiyah Amirotin Psikologi

Bangkalan,Liputan Hukum Indonesia.–

Kesehatan mental adalah kondisi ketika seseorang mampu berpikir jernih, mengendalikan emosi, berhubungan baik dengan orang lain, serta dapat menyesuaikan diri dengan tantangan hidup. Sama halnya dengan kesehatan fisik, kesehatan mental juga berbeda-beda pada setiap tahap kehidupan. Setiap usia memiliki kebutuhan dan masalahnya sendiri, sehingga cara menjaga kesehatan mental pun tidak bisa disamaratakan.
1. Kesehatan Mental Anak
Kesehatan mental anak dipengaruhi oleh pola asuh orang tua, kondisi keluarga, hingga pengalaman sehari-hari. Anak yang mendapat dukungan emosional cenderung percaya diri, sedangkan anak yang mengalami kekerasan atau sering dimarahi bisa tumbuh dengan rasa takut, minder, atau bahkan trauma. Gangguan mental pada anak biasanya terlihat dari kesulitan berinteraksi, cemas berlebihan, sulit konsentrasi, atau gangguan tidur. Oleh karena itu, orang tua dan guru berperan penting dalam menjaga kesehatan mental anak dengan memberikan pengasuhan hangat, kesempatan bermain, serta mendidik dengan sabar.
2. Kesehatan Mental Remaja
Remaja berada dalam masa transisi dari anak menuju dewasa. Pada fase ini, mereka sedang mencari jati diri, membangun relasi, dan menghadapi perubahan fisik maupun emosi. Tekanan teman sebaya, tuntutan akademik, hingga kebingungan identitas sering memengaruhi kesehatan mental mereka. Remaja yang sehat mentalnya biasanya percaya diri, mampu mengendalikan emosi, serta membangun hubungan sosial yang sehat. Namun, jika kurang dukungan, mereka rentan mengalami depresi, kecemasan, bahkan perilaku menyimpang seperti penyalahgunaan narkoba. Karena itu, keluarga, sekolah, dan lingkungan sebaya harus menjadi tempat aman bagi remaja untuk bercerita dan mendapat dukungan.
3. Kesehatan Mental Dewasa
Masa dewasa identik dengan tanggung jawab yang lebih besar, baik dalam pekerjaan, pernikahan, maupun membesarkan anak. Tekanan hidup yang berat dapat memunculkan stres, burnout, atau gangguan cemas. Orang dewasa yang sehat mentalnya mampu menyeimbangkan pekerjaan, keluarga, dan kehidupan sosial. Ia tetap produktif, mampu mengambil keputusan, serta menjaga hubungan baik dengan orang lain. Untuk itu, manajemen stres, olahraga, istirahat cukup, dan kegiatan rekreasi menjadi kunci penting dalam menjaga kesehatan mental di masa dewasa.

4. Kesehatan Mental Lansia
Ketika memasuki usia lanjut, seseorang menghadapi banyak perubahan: menurunnya kondisi fisik, pensiun dari pekerjaan, hingga kehilangan pasangan hidup. Semua ini bisa menimbulkan perasaan kesepian, tidak berguna, atau kehilangan semangat hidup. Gangguan seperti demensia dan Alzheimer juga sering muncul di usia ini. Oleh karena itu, kesehatan mental lansia dapat dijaga dengan memberikan perhatian penuh dari keluarga, melibatkan mereka dalam kegiatan sosial, serta memberi kesempatan tetap produktif sesuai kemampuan.
5. Kesehatan Mental Keluarga
Keluarga yang sehat mentalnya dicirikan dengan komunikasi yang baik, adanya rasa saling menghargai, serta kemampuan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan. Keluarga yang harmonis dapat menjadi benteng pertama dalam mencegah gangguan mental pada anak maupun anggota lainnya. Sebaliknya, keluarga yang penuh pertengkaran, minim komunikasi, atau mengalami tekanan ekonomi sering kali menimbulkan stres bagi seluruh anggota. Anak bisa tumbuh dengan luka batin, remaja mencari pelarian pada pergaulan yang salah, bahkan orang tua mengalami depresi karena merasa terbebani. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental keluarga sama pentingnya dengan menjaga kesehatan mental individu.

Senij29Desember 2025

Buya Dr. Mohamad Djasuli
Pengasuh PPM Tebu Falah

Leave a Comment