Sengketa Lahan SDN Balung 1 Arosbaya memasuki babak baru “LECEK” Pemilik Lahan Tuding Pemkab Bangkalan

​BANGKALAN – Liputan Hukum Indonesia

Polemik kepemilikan lahan di SDN Balung 1, Kecamatan Arosbaya, memasuki babak baru. Mansyur, selaku pemilik lahan, menyatakan kekecewaannya terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan yang dinilai tidak serius dalam menyelesaikan proses administrasi dan kompensasi lahan yang telah berlangsung dari tahun 2001 sampai sekarang,memasuki babak baru

​Mediasi Puluhan Tahun Tanpa Hasil
​Mansyur mengungkapkan bahwa upaya mediasi sebenarnya telah dilakukan sejak tahun 2001 hingga 2020. Berbagai pertemuan, mulai dari tingkat Polsek hingga pertemuan langsung dengan Kepala Dinas di Surabaya, tidak membuahkan hasil konkret.

​”pemerintah “LECEK” bahasa madura (pemerintah bohong), pemerintah bagai “gentong nyaring bunyi nya” hanya Janji-janji kosong saja. Mediasinya terus-terusan, bahkan bukti rekamannya di Polsek Arosbaya masih saya simpan. Sampai sekarang, Akte Hibah tidak ditandatangani oleh Kepala Desa untuk proses balik nama, Ada apa…ini ?,” Ujarnya Mansyur.

​Ia mendesak agar Pemkab Bangkalan segera menunjukkan etika baik dengan menemuinya secara langsung untuk menyelesaikan sengketa ini secara tuntas. Menurutnya, kepastian hukum atas lahan tersebut sangat mendesak demi kelayakan bangunan sekolah.

​Kondisi Bangunan yang sangat Memprihatinkan,tidak di Rehap atau di bangun Karena, ​Ketidak jelasan status lahan berdampak langsung pada fasilitas pendidikan.

Dan Mansyur merasa khawatir dengan keselamatan para siswa karena bangunan sekolah saat ini dalam kondisi tidak layak guna sedangkan SDN yang lain sudah banyak di Rehap atau di bangun .

​”Harapan saya, Semoga segera pihak perintah yang terkait datang ke saya.dengan iktikat baik untuk menyelesaikan kan persengketaan ini. dan Kalau selesai, sekolah ini bisa segera dibangun. Kasihan murid-murid, saya khawatir mereka tertimpa bangunan yang sudah rusak,” tambahnya.

​Sementara Itu Kepala Sekolah SDN Balung 1 Suprianto menyatakan komitmennya untuk tetap menjaga keberlangsungan pendidikan meski di tengah konflik lahan. Prioritas utama sekolah saat ini adalah keamanan siswa dan guru.

​”Tugas dan tanggung jawab kami adalah memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan dan Saya sudah rapat dengan paradewan guru, kami memutuskan untuk tetap melaksanakan apa yang menjadi tanggung jawab kami sebagai guru.dan kami bagi menjadi dua gelombang untuk proses belajar, kelas 1,2 dan 3 dari jam 07:00 sampai 09,30 wib,kelas 4,5 dan 6 masuk jam 10 :00 wib sampai 12:30 wib.agar tetap efektif,” ujar Kepala Sekolah.

#AGUSLIM

Leave a Comment