LIPUTAN HUKUM INDONESIA MALANG– Malang Creative Center berubah menjadi ruang tempa bagi 113 pelaku youth band Jawa Timur pada 27–28 Maret 2026. FYBI Jatim memadatkan Rapat Kerja Daerah, pelatihan pelatih, dan pelatihan juri dalam dua hari untuk menutup celah kualitas pembinaan yang kerap dikeluhkan.
Didampingi Tamam Hoesein, Roni Fathurrahman, dan Andy Jobs, peserta—12 pengurus daerah, 71 pelatih, 42 calon juri—menyelam ke detail teknis: desain latihan, rubrik penilaian, hingga etika jurian. “Rakerda bukan basa-basi. Ini kompas agar kita tak jalan sendiri-sendiri,” kata Ketua FYBI Jatim Damanhuri.
Permintaan paling vokal datang dari daerah: standarisasi modul latihan dan sistem supervisi agar kompetisi tak dibayangi subyektivitas. Rekomendasi Rakerda akan dirumuskan sebagai panduan kerja, dengan target juri bersertifikasi dan pelatih bernafas metodologi modern.
Dengan semangat “Everybody Happy”, FYBI Jatim mencoba membuktikan bahwa marching band bisa didekati secara serius tanpa mematikan kegembiraan. Tantangannya kini: mengubah not-not Rakerda menjadi aksi nyata di lapangan. Isw89/idm