Jamaah Dikuatkan Pemahaman Fiqih dan Adab Spiritual Menjelang Puncak Haji

LIPUTAN HUKUM INDONESIA MAKKAH – KBIHU Al-Gratis (AG) Bangkalan kembali menggelar pengajian rutin harian bagi jamaah haji pada Ahad, 17 Mei 2026, ba’da Dhuhur di Musholla Shaza Asil Hotel.

Kajian yang menjadi agenda rutin setiap siang itu membahas salah satu fase terpenting dalam ibadah haji: kesunnahan, kewajiban, serta adab ketika berada di Arafah. Materi juga mencakup penjelasan tentang waktu-waktu larangan shalat yang dalam kondisi tertentu tetap memperbolehkan pelaksanaan shalat sunnah tertentu.

Materi disampaikan langsung oleh pembimbing haji KBIHU AG, Mohamad Djasuli, dengan rujukan utama kitab-kitab fiqih Madzhab Syafi’i, khususnya _Al-Iidhah fii Manasikil Hajji wal Umroh_.

Dalam pengajian dijelaskan bahwa wukuf di Arafah merupakan rukun terbesar ibadah haji. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: _“Al-Hajju Arafah”_ — haji itu adalah Arafah. Karena itu, jamaah diingatkan untuk memahami tiga hal pokok: tata cara wukuf, adab ketika berada di Arafah, dan amalan-amalan yang dianjurkan selama berada di Padang Arafah.

Di antara kesunnahan di Arafah adalah memperbanyak talbiyah, dzikir, istighfar, membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa, menjaga kekhusyukan, serta menghadap kiblat ketika berdoa. Jamaah juga dianjurkan memperbanyak doa pada waktu ba’da Dhuhur hingga menjelang Maghrib, karena waktu tersebut termasuk saat paling mustajab selama musim haji. Selain itu, jamaah diingatkan untuk menjaga lisan, menghindari perdebatan, tidak sibuk dengan urusan duniawi, dan memperbanyak munajat kepada Allah SWT.

Pengajian juga menguraikan kewajiban dan ketentuan penting terkait wukuf. Jamaah wajib o

Selain pembahasan Arafah, kajian mengulas waktu-waktu larangan shalat yang tetap memperbolehkan shalat sunnah beralasan tertentu, atau _dzawat al-asbab_, menurut fiqih Madzhab Syafi’i. Shalat tersebut meliputi shalat tahiyyatul masjid, shalat thawaf, sujud tilawah, dan shalat jenazah menurut sebagian pendapat. Penjelasan ini dinilai penting karena jamaah haji sering menghadapi kondisi khusus di Masjidil Haram yang berbeda dengan kebiasaan di tanah air.

Suasana pengajian berlangsung khidmat. Jamaah tampak antusias mengikuti kajian fiqih manasik yang diberikan setiap hari sebagai bekal menghadapi fase puncak ibadah haji.

Program pengajian rutin ini menjadi ciri khas pembinaan KBIHU AG dalam mendampingi jamaah dengan menggabungkan praktik ibadah, pemahaman kitab fiqih, dan penguatan spiritual selama berada di Tanah Suci. Hal ini sejalan dengan semangat pelayanan KBIHU AG: “Melayani orang beribadah adalah kewajiban kami, bukan bisnis kami.”

Menjelang Hari Arafah, pemahaman jamaah semakin menguat bahwa perjalanan haji bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan perjalanan hati untuk belajar tunduk, sabar, dan semakin dekat kepada Allah SWT. Penulis Isw89 

Sumber KBIHU AL Gratis 

Leave a Comment