LIPUTAN HUKUM INDONESIA MAKKAH — Minggu, 24 Mei 2026. Menjelang keberangkatan menuju fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (ARMUZNA), suasana penuh kekhusyukan dan penguatan spiritual terasa mendalam di lingkungan jamaah KBIHU Al-Gratis (AG) Bangkalan.
Pada H-1 keberangkatan menuju Arafah, KBIHU AG menggelar rangkaian kegiatan ruhani yang dipusatkan di Musholla Shaza Asil Hotel. Kegiatan meliputi istighosah dan doa bersama, pembagian gelang identitas ARMUZNA, hingga pengajian kitab manasik untuk memantapkan kesiapan batin jamaah menghadapi momentum terbesar dalam ibadah haji.
Suasana musholla hotel siang itu tampak berbeda. Lantunan istighfar, dzikir, dan doa-doa munajat terdengar lirih namun menggema kuat di hati para jamaah. Sebagian jamaah tampak larut dalam keheningan, memejamkan mata sambil menengadahkan tangan, memohon kekuatan dan kemudahan kepada Allah SWT menjelang perjalanan menuju Padang Arafah.
Bagi banyak jamaah, ARMUZNA bukan sekadar perpindahan tempat ibadah, tetapi perjalanan menuju titik paling sakral dalam hidup seorang hamba.
Dalam kegiatan tersebut, jamaah juga menerima pembagian gelang ARMUZNA sebagai bagian dari kesiapan teknis dan identitas selama pelaksanaan puncak haji. Lebih dari sekadar gelang identitas, momentum tersebut menjadi simbol bahwa jamaah kini benar-benar memasuki fase yang selama ini hanya mereka dengar dalam cerita, kitab, dan pengajian.
Kini mereka akan segera berdiri di Padang Arafah bersama jutaan manusia dari seluruh penjuru dunia:
– Memakai pakaian ihram yang sama
– Membawa doa-doa yang sama
– Berharap pada rahmat Allah yang sama
Pembimbing haji KBIHU AG, Mohamad Djasuli, dalam pengajian kitab manasik mengingatkan jamaah agar memperkuat:
– Kesabaran
– Keikhlasan
– Kekompakan
– Ketenangan hati selama ARMUZNA
Kajian tersebut mengambil rujukan dari:
📖 _Al-Iidhah fii Manasikil Hajji wal Umroh_, yang selama ini menjadi pegangan pengajian rutin jamaah KBIHU AG di Tanah Suci.
Dalam tausiyahnya disampaikan bahwa kekuatan utama jamaah saat ARMUZNA bukan hanya terletak pada fisik, tetapi pada keteguhan hati dan kekuatan ruhaniyah. Karena itu, jamaah diajak memperbanyak:
– Dzikir
– Talbiyah
– Istighfar
– Doa
– Menjaga hati agar tetap tenang dalam menghadapi berbagai kondisi di lapangan
Suasana haru semakin terasa ketika doa bersama dipanjatkan untuk:
– Kesehatan jamaah
– Kelancaran ARMUZNA
– Keselamatan selama perjalanan
– Harapan agar seluruh jamaah memperoleh haji yang mabrur
Tidak sedikit jamaah yang tampak menunduk sambil menyeka air mata dalam diam. Bukan karena takut menghadapi beratnya perjalanan, melainkan karena mulai merasakan betapa dekatnya mereka dengan momentum yang selama ini hanya mereka impikan sepanjang hidup.
Menjelang akhir acara istighosah, suasana berubah semakin menggetarkan hati ketika seluruh jamaah berdiri untuk melaksanakan *Musofah* (saling bersalaman). Para jamaah saling mendatangi satu sama lain untuk:
– Memohon maaf
– Melebur kesalahan
– Mengikhlaskan segala kekhilafan sebelum memasuki hari-haripuncak haji

Yang paling menyentuh adalah ketika para pasangan suami istri saling bersalaman dengan mata yang mulai berkaca-kaca, memohon ridha dan doa satu sama lain.
Di tengah suasana itu, lantunan sholawat Nabi ﷺ menggema lembut memenuhi musholla hotel. Sebagian jamaah tidak mampu lagi menahan haru. Ada yang terdiam sambil menggenggam tangan pasangannya, ada yang terus melantunkan istighfar, dan ada yang memejamkan mata seakan sedang menyerahkan seluruh hidup dan dosanya kepada Allah SWT sebelum menuju Arafah.
Program pembinaan ruhani seperti ini menjadi salah satu ciri khas pelayanan KBIHU AG selama mendampingi jamaah di Tanah Suci. Tidak hanya membimbing teknis manasik, tetapi juga berupaya menjaga kekuatan spiritual jamaah agar tetap tenang, sabar, dan khusyuk dalam setiap tahapan ibadah.
Semangat itu terus dijaga dalam motto KBIHU AG:
*“Melayani Orang Ibadah Kewajiban Kami, Bukan Bisnis Kami.”*
Dan di malam-malam menjelang Arafah itu, jamaah KBIHU AG perlahan menyadari bahwa perjalanan menuju ARMUZNA sejatinya bukan hanya perjalanan menuju padang pasir, tetapi perjalanan hati menuju pengampunan dan rahmat Allah SWT.
Dari Musholla Hotel di Tanah Suci, Doa-Doa Jamaah Menggema Menyambut Puncak Haji
Penulis Isw89
Sumber KBIHU AL GRATIS