NGANJUK LIPUTAN HUKUM INDONESIA COM Proyek Pembangunan Revitalisasi SDN 1 Begadung, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, menelan korban jiwa. Seorang pekerja konstruksi dilaporkan meninggal dunia pada Senin sore (28/9/2026).
Informasi musibah ini pertama kali menyebar melalui pesan singkat WhatsApp dari sebuah lembaga swadaya sebelum akhirnya terkonfirmasi di lapangan.
Berdasarkan penelusuran di lokasi kejadian pada Selasa (29/9/2026), sejumlah pekerja membenarkan insiden tewasnya rekan kerja mereka. Korban diketahui merupakan warga asal Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk.
Inisial D, yang diduga bertindak sebagai kontraktor/pemborong pekerjaan di lokasi tersebut, mengonfirmasi adanya pekerja yang meninggal dunia. Namun, ia membantah insiden itu dipicu oleh kecelakaan kerja. Menurut klaimnya, korban mendadak tewas akibat riwayat penyakit yang dideritanya.
”Pekerja yang meninggal itu memang anak buah saya, tapi dia baru rekrutmen dan baru bekerja satu hari. Diduga meninggal karena mengalami serangan penyakit jantung,” ujar D saat dikonfirmasi melalui pesan aplikasi Whats App.
D juga mengakui bahwa korban belum didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan mengingat statusnya yang baru bergabung di hari pertama kerja.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Sekolah SDN 1 Begadung belum memberikan tanggapan resmi mengenai insiden yang terjadi di lingkungan sekolahnya. Pihak sekolah juga belum memberikan klarifikasi terkait kejelasan kontrak kerja proyek revitalisasi tersebut—apakah diserahkan sepenuhnya kepada pihak ketiga atau ada mekanisme pengawasan internal dari dinas.
Salah seorang guru yang berada di sekolah saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui secara rinci mengenai insiden maupun status pengadaan proyek tersebut.
”Saya tidak tahu apa-apa soal kejadian itu,” ujar guru tersebut singkat.
Kasus ini menyisakan pertanyaan besar terkait penerapan Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta perlindungan jaminan sosial tenaga kerja pada proyek pembangunan fasilitas publik di Kabupaten Nganjuk.
Jurnalis isw 89(Bersambung)