BANGKALAN-LiputanHukumIndonesia. id Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tunjung 2 Burneh menggelar uji coba sistem prasmanan di Bangkalan untuk penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan ini dimulai dari SDN Jambu 2, Selasa (06/09/26).
Hingga saat ini di Indonesia terdapat 60 SPPG yang menjadi percontohan dalam sistem prasmanan. SPPG Tonjung menjadi satu-satunya dan pertama di Kabupaten Bangkalan.
Wakapolres Bangkalan, Kompol Sudaryanto mengatakan, bahwa metode penyajian ini akan membawa dampak positif pada pengawasan mutu dan edukasi karakter siswa.
“Apabila metode prasmanan ini lebih bagus nantinya akan dikembangkan di SPPG yang lain, namun begitu tetap harus dilakukan evaluasi berkala,” ujar Kompol Sudaryanto.
Mitra SPPG Tonjung 2, H. Gofur menegaskan bahwa Penerapan skema prasmanan ini merupakan pilot project pertama di Pulau Madura guna mengevaluasi efisiensi dan higienitas penyajian.
“Berbeda dengan metode kotak nasi sebelumnya, makanan hangat dari dapur central kitchen dibawa menggunakan wadah pemanas (chafing dish), kemudian disajikan langsung di area sekolah dengan melibatkan siswa secara bergiliran,” katanya.
H. Gofur menambahkan, metode ini tidak dilaksanakan setiap hari dan dilakukan uji coba hari ini saja sebagai bentuk edukasi terhadap pimpinan dan dinilai sudah cukup layak.
“Selain menjamin mutu gizi, sistem ini sangat efektif melatih kemandirian, tanggung jawab, dan kedisiplinan anak-anak sejak dini dan juga dirancang untuk menjawab tantangan efisiensi logistik di lapangan,” ucapnya.
Dengan sistem prasmanan, porsi makanan dapat disesuaikan secara lebih fleksibel dengan kebutuhan riil siswa, sehingga secara drastis menekan sisa makanan yang terbuang (food waste).
“Kami selaku mitra berkomitmen penuh menjaga standar higienitas bahan baku dari hulu ke hilir agar program nasional ini berjalan berkelanjutan,” tutur H. Gofur.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Tonjung 2, Rika Pramitasari menyampaikan harapan besarnya terhadap keberlanjutan model penyaluran baru ini dan keberlangsung MBG di Kabupaten Bangkalan.
“Harapan kami, sistem ini bisa segera diterapkan secara merata di seluruh sekolah di Bangkalan, karena makanannya terjamin tetap hangat dan lebih menggugah selera anak-anak,”Tutupnya
(aguslim)