BANGKALAN – Liputan Hukum Indonesia id Dugaan praktik uang damai mencuat di lingkungan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bangkalan. Seorang warga mengaku rekannya diminta uang setelah ditilang petugas.
Peristiwa itu bermula ketika pengendara dihentikan dan ditilang petugas di sekitar Kantor Bawaslu Bangkalan. Pengendara tersebut disebut melakukan pelanggaran karena sempat berhenti di tengah jalan.
Usai ditilang, pengendara kemudian dibawa ke Pos Polisi Junok. Di tempat tersebut, menurut pengakuan warga berinisial AN, muncul pembicaraan mengenai penyelesaian perkara dengan sejumlah uang.
AN mengaku petugas awalnya meminta Rp500 ribu. Setelah terjadi perdebatan, nominal tersebut disebut turun menjadi Rp350 ribu dan uang itu sempat diserahkan kepada petugas.
“Awalnya rakan saya dimintai uang Rp500 ribu. Saya berdebat, akhirnya turun menjadi Rp350 ribu. Uang itu sempat diserahkan ke polisi tersebut,” ungkap AN kepada wartawan, pada Selasa 6 Oktober 2026.
AN kemudian menghubungi rekannya melalui sambungan telepon untuk memastikan aturan terkait pelanggaran tersebut. Ia mempertanyakan alasan perkara yang sudah ditilang masih dibicarakan mengenai pemberian uang.
Menurut AN, perdebatan berlangsung cukup alot. Setelah itu, petugas disebut mengubah pembicaraan dan menyampaikan bahwa pengendara akan diberikan arahan atau edukasi.
“Di tengah perdebatan, polisi itu mendadak bilang, ‘Anda maunya apa, Mas?’. Akhirnya uang tersebut dikembalikan,” kata AN.

AN mengatakan uang tersebut dikembalikan sebelum dirinya meninggalkan Pos Junok. Ia juga mengaku baru mendapatkan penjelasan mengenai kesalahan lalu lintas yang dilakukan rekannya.
Dugaan permintaan uang tersebut menjadi sorotan karena terjadi setelah proses penilangan. Jika terbukti, praktik semacam itu perlu ditelusuri karena dapat menimbulkan persoalan baru dalam proses penegakan hukum lalu lintas.
Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, KBO Satlantas Polres Bangkalan Ipda Beja Maryanta membantah adanya kejadian sebagaimana disampaikan AN. “Tidak benar,” jawabnya singkat.
(Aguslim/red)