SURABAYA. LIPUTAN HUKUM INDONESIA ID–* Lembaga Kajian Hukum dan Advokasi Indonesia (LKHAI) mulai mematangkan langkah strategis. Fokus utama LKHAI adalah pendidikan hukum, sertifikasi profesi, dan penguatan hukum bisnis termasuk untuk pelaku UMKM.
Hal itu mengemuka dalam rapat perdana LKHAI di Excelso Grand City Surabaya, Selasa (13/10/2026). Rapat ini menjadi langkah awal merumuskan program kerja dan membangun kolaborasi.
Direktur Eksekutif LKHAI, Syarifudin Abdilah, mengatakan kajian hukum akan menjadi fondasi utama sesuai nama organisasi. “Langkah paling cepat yang pasti sesuai nama organisasi kita adalah kajian hukum. Kajian hukum selalu menjadi tema awal yang kita dahulukan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, LKHAI akan mendorong kerja sama strategis dengan berbagai pihak untuk menggelar seminar, pendidikan kompetensi, hingga sertifikasi profesi. Tujuannya untuk mencetak SDM yang kompeten sesuai kebutuhan saat ini.
Salah satu fokus LKHAI adalah dinamika hukum bisnis. Menurut Abdilah, hukum dan bisnis adalah dua elemen yang tidak terpisahkan. Dunia usaha butuh kepastian hukum, sementara pelaku usaha harus paham regulasi.
Fokus ini tidak hanya untuk perusahaan besar, tetapi juga UMKM. Pemahaman regulasi dinilai penting agar UMKM bisa berkembang dan terhindar dari persoalan hukum.
Untuk tahap awal, pendidikan dan pelatihan menjadi prioritas. Program akan dijalankan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan organisasi dan peluang kerja sama.
Ke depan, LKHAI juga membuka ruang kajian dan advokasi bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan hukum. LKHAI berharap dapat menciptakan ekosistem usaha yang tertib, aman, dan berkepastian hukum di Indonesia.
Jurnalis isw89