NEGARA HARUS HADIR! WNI Sampang Diduga Diperdagangkan di Libya, DPR Ultimatum Kemlu dan KP2MI

*JAKARTA LIPUTAN HUKUM INDONESIA ID –* Negara ditantang untuk hadir menyelamatkan warganya. Nurul Hasanah, Warga Negara Indonesia asal Kabupaten Sampang, Jawa Timur, diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Libya dan kini terkatung-katung untuk bisa pulang.

Informasi yang beredar menyebutkan, kepulangan Nurul Hasanah terganjal permintaan pembayaran sebesar US$7.000 atau sekitar Rp115 juta dari sebuah agensi di Libya. Dugaan pemerasan dan eksploitasi pun menguat.

Menanggapi kondisi darurat tersebut, Anggota Komisi III DPR RI, Slamet Ariyadi, melayangkan ultimatum keras kepada pemerintah.

Politisi asal Madura yang juga Ketua Umum BM PAN itu mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk segera bertindak tanpa menunggu.

“Negara harus hadir! Kami minta Kemlu instruksikan KBRI Tripoli dan KP2MI segera lakukan asesmen dan selamatkan korban. Keselamatan WNI adalah harga mati,” tegas Slamet, Senin (12/10/2026).

Slamet menekankan, ada dua persoalan krusial yang harus dijawab pemerintah. Pertama, memastikan keselamatan Nurul Hasanah melalui perlindungan kekonsuleran. Kedua, mengklarifikasi secara transparan siapa yang meminta uang US$7.000 tersebut, apa dasar hukumnya, dan apakah ada indikasi pemerasan.

“Jangan sampai WNI kita dijadikan komoditas perdagangan. Permintaan uang itu harus dibongkar,” ujarnya.

Selain mendesak penyelamatan, Slamet juga meminta Polri bergerak mengusut tuntas rantai perekrutan dan pemberangkatan Nurul Hasanah hingga bisa berada di Libya.

Ia menyebut nama Norkholis yang muncul dalam informasi awal perlu didalami. Mulai dari agen, perekrut lapangan, perantara, hingga sponsor harus diperiksa apakah proses penempatan dilakukan secara prosedural atau ilegal.

“Penanganan tidak boleh setengah-setengah. Pulangkan korban dan penjarakan pelakunya. Ini penting agar ada efek jera,” pungkasnya.

Kasus Nurul Hasanah kembali menjadi potret buram tata kelola pekerja migran. Koordinasi cepat antara Kemlu, KBRI Tripoli, KP2MI, dan Polri kini menjadi kunci untuk memastikan Nurul bisa pulang dengan selamat dan keadilan ditegakkan.

Jurnalis isw 89

Leave a Comment