Bangkalan,Liputan Hukum Indonesia.–
Dalam amanatnya, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menegaskan bahwa Program Bhakti TNI AD Tahun 2026 merupakan implementasi nyata Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sekaligus bentuk pengabdian TNI kepada bangsa dan negara. Menurutnya, dipilihnya Madura sebagai lokasi pelaksanaan merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah yang memiliki potensi besar.
“Melalui Bhakti TNI ini, kita memiliki target pembangunan yang komprehensif. Pada sasaran fisik akan dibangun 33 jembatan, 52 sumur bor, 20 rumah ibadah, renovasi 400 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) beserta fasilitas MCK, rehabilitasi 12 sekolah, serta 4 panti asuhan,” ujar Pangdam.
Selain pembangunan fisik, Bhakti TNI AD juga menyasar berbagai program nonfisik yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Program tersebut meliputi operasi katarak bagi 313 orang, operasi bibir sumbing, khitanan massal untuk 300 anak, donor darah sebanyak 1.000 kantong, bakti kesehatan bagi 400 orang, bakti lingkungan di 200 titik dengan penanaman 2.000 pohon trembesi, hingga pemberian 23 kaki palsu dan 124 kursi roda.
Pangdam berharap seluruh program tersebut dapat terlaksana secara tepat sasaran dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen untuk menjaga hasil pembangunan agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Bhakti TNI AD merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pembangunan daerah. Menurutnya, program ini menjadi wadah memperkuat semangat gotong royong yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, kementerian dan lembaga, ulama, serta seluruh elemen masyarakat di Madura.
“Program ini bertujuan membangun sinergi, kolaborasi, dan gotong royong secara berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Khofifah.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada wilayah Madura, khususnya Kabupaten Bangkalan, sebagai lokasi pelaksanaan Program Bhakti TNI AD Tahun 2026.
Menurutnya, Bhakti TNI merupakan bukti nyata kepedulian TNI dalam membantu percepatan pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui Program Bhakti TNI ini, Pemerintah Kabupaten Bangkalan merasa sangat terbantu dalam mewujudkan percepatan pembangunan yang manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan Bhakti TNI AD sehingga tujuan pembangunan dapat tercapai secara optimal,” ujar Bupati.
Melalui kolaborasi yang erat antara TNI, pemerintah, dan masyarakat, Program Bhakti TNI AD Tahun 2026 diharapkan mampu menghadirkan pembangunan yang lebih merata, memperkuat kesejahteraan masyarakat, serta menjadi tonggak penting dalam mempercepat kemajuan Kabupaten Bangkalan dan Pulau Madura secara berkelanjutan.# Aguslim