Dugaan Penyimpangan Proyek Irigasi P3-TGAI di Bangkalan Disorot Ketua Forum Pemuda

Bangkalan || Aktual Berita indonesia com – Pelaksanaan proyek irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi P3-TGAIyang dikelola oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air P3A di Kabupaten Bangkalan menuai kritik tajam. Ketua Forum Pemuda Bangkalan, MK, beserta jajarannya menyoroti adanya indikasi kuat ketidaksesuaian pengerjaan fisik di lapangan dengan Rencana Anggaran Biaya RAB serta petunjuk teknis Juknis yang telah ditetapkan.

Indikasi penyimpangan pengerjaan proyek irigasi P3-TGAI, meliputi pengurangan volume fisik, penggunaan material di bawah standar, ketiadaan papan informasi proyek, hingga dugaan pengalihan sistem swakelola ke pihak ketiga.

Forum Pemuda Bangkalan Menyuroti dan pelaporan serta Ke, Balai Besar Wilayah Sungai BBWS dan pendamping lapangan pihak pengawas Di. Wilayah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Berlangsung selama masa pengerjaan fisik proyek irigasi P3-TGAI saat ini Diduga dipicu oleh lemahnya kontrol dan pengawasan dari pendamping teknis serta BBWS, serta adanya upaya efisiensi biaya secara ilegal Pengerjaan fisik dilakukan asal asalan tanpa galian pondasi dasar yang memadai, material berkualitas rendah, dan ketebalan dinding yang dikurangi.

Modus Operandi danTemuan di Lapangan Berdasarkan hasil pemantauan dan investigasi lapangan oleh Ketua Forum Pemuda Bangkalan, MK, ditemukan sejumlah modus penyimpangan teknis dalam pengerjaan proyek irigasi tersebut:

Papan Informasi Proyek Nihil Pihak pelaksana tidak memasang papan nama proyek sebagai bentuk transparansi publik Material Tidak Sesuai Spesifikasi Penggunaan batu lokal seadanya hingga batu kapur berkualitas rendah yang tidak memenuhi kriteria teknis RAB.

Minim Galian Pondasi Pasangan batu saluran air dipasang langsung di atas permukaan tanah tanpa struktur galian pondasi dasar yang layak Pengurangan Volume Bangunan Ketebalan dan kedalaman fisik dinding saluran air dibuat lebih tipis dari spesifikasi gambar perencanaan.(25/7/2026)

Pelanggaran Sistem Swakelola Proyek yang seharusnya dikerjakan secara padat karya oleh kelompok petani setempat swakelola diduga kuat di borongkan kepada pihak ketiga dan pemborong demi mengejar keuntungan.

Potensi Kerugian Petani dan Tuntutan Pengawasan Pengerjaan yang terkesan asal asalan ini dikhawatirkan akan merugikan masyarakat petani dalam jangka panjang. Saluran irigasi terancam tidak bertahan lama, mudah retak, dan rawan ambruk karena tidak mampu menahan tekanan tanah serta debit air.

Kondisi ini terjadi akibat minimnya kontrol dan pengawasan ketat dari pendamping lapangan maupun instansi terkait, dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai BBWS,” Dengan tegas Ketua Forum Pemuda Bangkalan MK,

Atas temuan ini, Forum Pemuda Bangkalan mengimbau seluruh lapisan masyarakat di tingkat desa untuk turut aktif mengawasi dan melaporkan jika menemukan indikasi pengerjaan proyek P3A yang bermasalah di wilayahnya agar dapat ditindaklanjuti secara hukum maupun prosedur administrasi yang berlaku”

Pewarta :isw89

Leave a Comment