Mahasiswa KKN Universitas Trunojoyo Madura Dorong Pemanfaatan Sekam Padi Bernilai Ekonomis Melalui Sosialisasi Pembuatan Briket

Bangkalan – Liputan Hukum Indonesia.–

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 03 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang bertugas di Desa Dlemer, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, menyelenggarakan sosialisasi pembuatan briket berbahan baku sekam padi pada Minggu, 19 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung penerapan energi alternatif yang ramah lingkungan.

Sosialisasi diikuti oleh masyarakat Desa Dlemer yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan inovasi pengolahan sekam padi yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah dan belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, sekam padi memiliki potensi untuk diolah menjadi briket yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif dengan nilai jual yang menjanjikan.

Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan tahapan pembuatan briket mulai dari proses pengolahan bahan baku, pencampuran, pencetakan, hingga proses pengeringan sebelum siap digunakan atau dipasarkan. Selain memberikan penjelasan secara teoritis, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai manfaat penggunaan briket sebagai sumber energi yang lebih ekonomis, ramah lingkungan, serta mampu mengurangi limbah hasil pertanian yang selama ini sering dibakar atau dibiarkan menumpuk.

Tidak hanya berfokus pada aspek produksi, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi mengenai strategi pemasaran produk di era digital. Masyarakat diperkenalkan dengan berbagai peluang pemasaran melalui marketplace online sebagai sarana memperluas jangkauan konsumen dan meningkatkan daya saing produk. Pemanfaatan platform digital diharapkan mampu membuka akses pasar yang lebih luas sehingga produk briket hasil olahan masyarakat tidak hanya dipasarkan di lingkungan sekitar, tetapi juga dapat menjangkau konsumen di berbagai daerah.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa mendorong masyarakat untuk melihat sekam padi bukan lagi sebagai limbah pertanian, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai tambah dan potensi ekonomi. Diversifikasi usaha melalui pengolahan limbah menjadi produk bernilai jual dinilai dapat menjadi alternatif sumber pendapatan bagi masyarakat, terutama bagi keluarga petani yang selama ini masih bergantung pada hasil panen sebagai mata pencaharian utama.

Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi peserta selama kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan disampaikan mengenai proses produksi, kualitas briket, hingga peluang pengembangan usaha apabila produk dipasarkan secara berkelanjutan. Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan adanya ketertarikan masyarakat terhadap inovasi yang diperkenalkan oleh mahasiswa KKN.

Melalui program ini, Mahasiswa KKN Kelompok 03 Universitas Trunojoyo Madura berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan limbah pertanian secara produktif sekaligus mendorong lahirnya peluang usaha baru berbasis potensi lokal. Inovasi pengolahan sekam padi menjadi briket diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi lingkungan melalui pengurangan limbah, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Dlemer melalui pengembangan usaha yang berorientasi pada nilai tambah dan pemasaran berbasis digital.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan. Sinergi antara inovasi teknologi sederhana, pemberdayaan masyarakat, dan pemanfaatan platform digital diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat serta mengoptimalkan potensi sumber daya lokal yang dimiliki Desa Dlemer.

Leave a Comment