AIR MATA DI DEPAN MAQBRAH: Jamaah KBIHU AG Berpamitan kepada Rasulullah SAW

MADINAH – Liputan Hukum Indonesia.–

Tidak ada lagi langkah yang terasa lebih berat bagi jamaah haji selain meninggalkan Kota Madinah Al-Munawwarah. Setelah berhari-hari menikmati kedamaian di Kota Nabi, Kamis (18/6/2026), Jamaah Haji KBIHU Al-Gratis (AG) melaksanakan momen yang paling mengharukan dalam rangkaian perjalanan ibadah mereka: berpamitan kepada Rasulullah SAW di hadapan maqbarah beliau yang mulia.

Sejak pagi hari, suasana haru telah menyelimuti para jamaah. Satu per satu jamaah memasuki Masjid Nabawi dengan hati yang penuh rasa syukur, cinta, dan kerinduan. Di hadapan makam Rasulullah SAW, makam Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, dan Sayyidina Umar bin Khattab RA, para jamaah menyampaikan salam perpisahan sambil memanjatkan doa-doa terbaik.

Tidak sedikit jamaah yang menitikkan air mata. Ada yang terdiam lama, ada yang berdoa dengan suara lirih, dan ada pula yang menengadahkan tangan penuh harap agar kunjungan ke Madinah kali ini diterima sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.

“Ya Rasulullah, kami datang sebagai umatmu dari negeri yang jauh. Kami mungkin tidak pernah melihat wajahmu, tetapi kami mencintaimu. Akuilah kami sebagai umatmu dan jangan lupakan kami pada hari kiamat nanti,” demikian doa yang terucap dari banyak bibir jamaah.

Didampingi pembimbing manasik sekaligus Tour Leader, Mohamad Djasuli, para jamaah diajak merenungkan bahwa ziarah ke Madinah bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan hati yang menghubungkan umat dengan Rasulullah SAW.

Menurutnya, tidak ada seorang pun yang meninggalkan Madinah dengan hati yang sama seperti saat pertama kali datang. Kota Nabi selalu meninggalkan jejak kerinduan yang mendalam.

“Madinah adalah kota cinta. Di sini kita belajar tentang kasih sayang Rasulullah kepada umatnya. Ketika hari ini kita berpamitan, sesungguhnya yang kita bawa pulang bukan hanya kenangan, tetapi juga kerinduan untuk kembali,” ujar Mohamad Djasuli.

Dalam kesempatan tersebut, jamaah juga diajak memperbanyak shalawat dan berdoa agar kelak mendapatkan syafaat Rasulullah SAW di Padang Mahsyar.

Rasulullah SAW bersabda:

> أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً
>
> *”Orang yang paling dekat denganku pada hari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku.”*
>
> (HR. Tirmidzi)

Doa-doa yang dipanjatkan jamaah tidak hanya untuk diri sendiri. Mereka juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan di tanah air, para guru, para sahabat, dan seluruh kaum muslimin agar suatu saat Allah SWT memberikan kesempatan yang sama untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci.

Suasana haru semakin terasa ketika sebagian jamaah mengucapkan salam perpisahan terakhir kepada Kota Madinah.

Bagi mereka, Madinah bukan hanya kota. Madinah adalah tempat di mana iman terasa hidup, air mata mudah mengalir, dan hati menemukan ketenangan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

KBIHU AG yang selama ini dikenal mengedepankan pembinaan spiritual dan sejarah Islam berhasil menghadirkan pengalaman yang bukan sekadar perjalanan ibadah, tetapi juga perjalanan cinta kepada Rasulullah SAW. Setiap lokasi yang dikunjungi, setiap kisah yang disampaikan, dan setiap doa yang dipanjatkan menjadi bagian dari ikatan batin yang semakin kuat dengan Nabi Muhammad SAW.

Saat ini KBIHU AG terus berkomitmen mendampingi jamaah haji dan umrah dengan pembinaan yang mendalam. Untuk program umrah, KBIHU AG sementara bekerja sama dengan **[Ventour Travel](https://ventour.co.id?utm_source=chatgpt.com)** sebagai mitra penyelenggara perjalanan, sementara pembinaan manasik dan pendampingan ibadah dilakukan langsung oleh Mohamad Djasuli dan tim pembimbing.

Menjelang keberangkatan menuju tahap perjalanan berikutnya, satu harapan terus menggema dari hati para jamaah:

Semoga Rasulullah SAW mengenali mereka sebagai umatnya.

Semoga mereka memperoleh syafaat beliau pada hari ketika tidak ada pertolongan selain pertolongan Allah SWT.

Semoga ketika kelak dipanggil kembali menghadap Sang Pencipta, mereka dikumpulkan bersama Rasulullah SAW, para sahabat, para syuhada, dan orang-orang saleh di surga-Nya yang penuh kenikmatan.

Dan semoga perpisahan ini bukanlah perpisahan untuk selamanya.

Melainkan hanya jeda menuju pertemuan berikutnya.

**”Ya Allah, jangan jadikan ini kunjungan terakhir kami ke Tanah Suci. Panggillah kami kembali bersama pasangan kami, anak-anak kami, cucu-cucu kami, dan seluruh keluarga kami untuk kembali bertamu ke rumah-Mu dan berziarah kepada Nabi-Mu yang mulia.”**

Sebab bagi para pecinta Madinah, meninggalkan kota ini bukanlah akhir perjalanan.

Melainkan awal dari kerinduan yang baru. ❤️

# Quote

> **”Kami pulang membawa koper yang mungkin penuh oleh-oleh, tetapi yang lebih penuh adalah hati yang telah jatuh cinta kepada Rasulullah SAW dan Kota Madinah.”** – Jamaah KBIHU AG.

Leave a Comment