SURABAYA–BANGKALAN–Liputan Hukum Indonesia.–
Takbir, shalawat, air mata haru, dan pelukan penuh kerinduan mewarnai kepulangan Jamaah Haji Kloter 69 asal Kabupaten Bangkalan, termasuk Jamaah KBIHU Al-Gratis (AG), yang tiba kembali di Indonesia pada Jumat, 19 Juni 2026, setelah menunaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Perjalanan panjang dari Madinah menuju Indonesia menjadi penutup dari perjalanan spiritual yang telah mengubah banyak hati. Setelah pesawat yang membawa para jamaah mendarat dengan selamat di **Bandar Udara Internasional Juanda**, suasana syukur langsung terasa di wajah para jamaah yang akhirnya kembali menginjakkan bumi pertiwi.
Bagi sebagian jamaah, perjalanan ini merupakan penantian bertahun-tahun yang akhirnya terwujud. Mereka berangkat dengan harapan, menjalani ibadah dengan penuh perjuangan, dan kini kembali dengan membawa pengalaman spiritual yang tak ternilai.
Dari Bandara Juanda, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju **Asrama Haji Embarkasi Surabaya** untuk menyelesaikan seluruh proses pemulangan jamaah. Di Asrama Haji, para jamaah tampak saling bersalaman, bermaafan, dan mengenang berbagai peristiwa yang mereka alami bersama selama berada di Makkah dan Madinah.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju **PLHUT Kementerian Agama Bangkalan**, tempat keluarga telah menunggu dengan penuh kerinduan sejak beberapa jam sebelumnya.
Saat bus yang membawa jamaah memasuki halaman PLHUT Kementerian Agama Bangkalan, suasana seketika berubah menjadi lautan haru. Takbir dan shalawat menggema. Anak-anak berlari menyambut orang tuanya, para cucu memeluk kakek-nenek mereka, dan keluarga yang selama berminggu-minggu menanti akhirnya dapat kembali berkumpul dalam suasana penuh kebahagiaan.
Tangis syukur pun pecah ketika satu per satu jamaah turun dari bus dalam keadaan sehat dan selamat.
Bagi Jamaah KBIHU AG, kepulangan ini bukan sekadar berakhirnya perjalanan haji, melainkan awal untuk menjaga kemabruran haji dalam kehidupan sehari-hari.
Pembimbing PIH KBIHU AG, **Mohamad Djasuli**, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran seluruh proses penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang telah memungkinkan jamaah melaksanakan ibadah dengan baik, aman, dan nyaman.
Dalam kesempatan tersebut, beliau mewakili seluruh pembimbing dan jamaah KBIHU AG menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja tanpa lelah melayani jamaah haji Indonesia.
> “Atas nama Pembimbing PIH KBIHU AG dan seluruh Jamaah KBIHU AG, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Agama Republik Indonesia, yang terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan jamaah haji dari tahun ke tahun.”
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh petugas haji yang telah mendampingi jamaah sejak keberangkatan hingga kepulangan.
> “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas PPIH Arab Saudi yang telah melayani jamaah di Tanah Suci dengan penuh dedikasi, kesabaran, dan keikhlasan. Demikian pula kepada seluruh jajaran PPIH Debarkasi Indonesia, khususnya Embarkasi dan Debarkasi Surabaya, yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air.”
Tak lupa, apresiasi juga diberikan kepada jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepada jamaah asal Bangkalan.
> “Terima kasih kami sampaikan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh Provinsi Jawa Timur beserta seluruh jajaran, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Bangkalan dan seluruh stafnya, serta Pemerintah Kabupaten Bangkalan yang selama ini memberikan perhatian besar terhadap penyelenggaraan ibadah haji dan pembinaan jamaah.”
Ucapan khusus juga disampaikan kepada **Bupati Bangkalan** atas dukungan dan kepedulian yang diberikan kepada jamaah haji Kabupaten Bangkalan.
Menurut Mohamad Djasuli, keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya ditentukan oleh jamaah itu sendiri, tetapi merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang bekerja di balik layar demi kenyamanan dan keselamatan para tamu Allah.
“Kami menyaksikan sendiri bagaimana petugas bekerja siang dan malam, baik di Tanah Suci maupun di Indonesia. Semoga seluruh pengabdian mereka menjadi amal jariyah yang diterima oleh Allah SWT,” ujarnya.
Menutup perjalanan panjang tersebut, para jamaah memanjatkan doa agar seluruh amal ibadah yang telah dilaksanakan diterima oleh Allah SWT dan menjadi haji yang mabrur.
### Quote Kepulangan
> **”Kami berangkat sebagai tamu Allah, kami pulang sebagai pembawa doa. Jika selama di Tanah Suci kami memohon ampunan untuk diri kami, maka hari ini kami membawa pulang doa untuk keluarga, masyarakat, bangsa, dan seluruh pihak yang telah mengantarkan kami menuju Baitullah.”**
Kini Kloter 69 dan Jamaah KBIHU AG telah kembali ke tengah keluarga tercinta. Namun jejak Ka’bah, Arafah, Mina, Masjid Nabawi, Raudhah, dan seluruh kenangan spiritual di Tanah Suci akan terus hidup dalam hati mereka.
Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah para jamaah, menjadikan mereka haji yang mabrur dan hajjah yang mabruroh, serta kembali mempertemukan mereka dengan Baitullah dan Rasulullah SAW pada kesempatan yang akan datang bersama keluarga dan orang-orang yang mereka cintai. **Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.** 🕋🇮🇩✨