Madinah – Liputan Hukum Indonesia.
Sebagai bentuk kenang-kenangan sekaligus pengingat akan Kota Madinah Al-Munawwarah, KBIHU AG membagikan Turbatus Syifa’ (tanah dari kawasan yang dikenal masyarakat sebagai Turbatus Syifa’) kepada seluruh jamaah di Hotel Rabwat Alsafwa Golden Madinah.
Pembagian dilakukan secara antri dan bergilir oleh Pembimbing PIH KBIHU AG, Mohamad Djasuli, setelah seluruh jamaah sampai di hotel.
Menurut Mohamad Djasuli, pemberian Turbatus Syifa’ bukan untuk diyakini memiliki kekuatan pada zat tanah itu sendiri, melainkan sebagai bentuk tabarruk (mengharap keberkahan kepada Allah) sekaligus pengingat akan Kota Madinah yang penuh kemuliaan.
“Yang memberikan kesembuhan hanyalah Allah SWT. Tanah ini hanyalah kenang-kenangan dari Kota Nabi yang mengingatkan kita kepada perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat. Jangan sampai keyakinan kita bergeser bahwa benda itu sendiri yang menyembuhkan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan jamaah tentang hadis shahih bahwa Rasulullah SAW pernah berdoa ketika mengobati orang sakit dengan menyentuhkan sedikit tanah dan ludahnya seraya membaca:
> بِاسْمِ اللَّهِ، تُرْبَةُ أَرْضِنَا، بِرِيقَةِ بَعْضِنَا، يُشْفَى سَقِيمُنَا، بِإِذْنِ رَبِّنَا
“Dengan nama Allah. Tanah bumi kami, dengan ludah sebagian kami, semoga orang yang sakit di antara kami disembuhkan dengan izin Tuhan kami.”
(HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)
Mohamad Djasuli menjelaskan bahwa hadis tersebut menunjukkan cara ruqyah dan doa Rasulullah SAW, bukan dalil bahwa setiap tanah tertentu pasti memiliki khasiat penyembuhan. Oleh karena itu, jamaah diajak memahami persoalan ini secara proporsional sesuai tuntunan syariat.
Sebagian jamaah memilih menyimpan Turbatus Syifa’ sebagai kenang-kenangan perjalanan haji, sementara sebagian lainnya mencampurkannya dengan sedikit air sebagai bentuk tabarruk, dengan tetap meyakini bahwa kesembuhan datang semata-mata dari Allah SWT.
Suasana pembagian berlangsung penuh haru. Bagi jamaah, sejumput tanah tersebut bukan sekadar benda, melainkan pengingat akan hari-hari indah ketika mereka beribadah di Kota Madinah, memperbanyak shalawat di Masjid Nabawi, serta menelusuri jejak Rasulullah SAW.
> “Berkah bukan terletak pada tanahnya, tetapi pada doa, keimanan, dan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya yang tumbuh selama berada di Kota Madinah.” — Mohamad Djasuli