Seluruh Jamaah KBIHU AG Berhasil Masuk Raudhah, Termasuk Lansia dan Pengguna Kursi Roda”

*Momentum Bersejarah di Madinah: Tidak Ada Jamaah yang Tertinggal Menziarahi Taman Surga di Masjid Nabawi*

**Madinah Al-Munawwarah, Liputan Hukum Indonesia.–
11 Juni 2026** – Kabar menggembirakan datang dari rombongan KBIHU AG yang sedang melaksanakan rangkaian ibadah dan ziarah di Kota Nabi. Pada Kamis (11/6/2026), seluruh jamaah KBIHU AG, baik laki-laki maupun perempuan, berhasil mendapatkan kesempatan memasuki **Raudhah** di **Masjid Nabawi**, termasuk jamaah lanjut usia dan pengguna kursi roda.

Keberhasilan ini disambut dengan rasa syukur dan haru oleh seluruh jamaah serta para pembimbing, mengingat Raudhah merupakan salah satu tempat yang paling dirindukan oleh para peziarah dari seluruh dunia.

Raudhah adalah area yang terletak di antara rumah Rasulullah ﷺ dan mimbar beliau, yang dalam hadis shahih disebut sebagai:

> “Mā baina baitī wa minbarī raudhatun min riyāḍil jannah.”

*”Antara rumahku dan mimbarku adalah satu taman di antara taman-taman surga.”*
(HR. al-Bukhari dan Muslim)

## Tidak Ada Jamaah yang Tertinggal

Menurut pembimbing KBIHU AG, **Mohamad Djasuli**, sejak tiba di Madinah pihaknya terus melakukan koordinasi dan pendampingan agar seluruh jamaah memperoleh kesempatan yang sama untuk memasuki Raudhah.

Alhamdulillah, seluruh jamaah AG yang berjumlah 161 orang, baik laki-laki maupun perempuan, dapat melaksanakan ziarah dan ibadah di Raudhah sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Yang paling membahagiakan, jamaah lansia serta jamaah yang menggunakan kursi roda juga berhasil memasuki Raudhah dengan pendampingan yang baik.

> “Ini merupakan nikmat yang sangat besar. Banyak jamaah dari berbagai negara yang harus menunggu lama untuk bisa masuk Raudhah. Alhamdulillah seluruh jamaah AG, tanpa terkecuali, dapat merasakan langsung beribadah di tempat yang sangat mulia tersebut.”

## Air Mata Haru di Taman Surga

Suasana haru tampak menyelimuti banyak jamaah ketika memasuki Raudhah.

Sebagian terlihat khusyuk melaksanakan shalat sunnah, sebagian lainnya memperbanyak doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan shalawat kepada Rasulullah ﷺ.

Tidak sedikit jamaah yang meneteskan air mata ketika menyadari bahwa mereka sedang berada di lokasi yang selama bertahun-tahun hanya mereka lihat melalui buku, televisi, dan media sosial.

Bagi banyak jamaah, keberhasilan masuk Raudhah menjadi salah satu momen paling berkesan selama perjalanan haji tahun ini.

## Doa untuk Keluarga dan Bangsa

Dalam kesempatan tersebut, para jamaah juga memanfaatkan waktu untuk mendoakan keluarga, anak-anak, cucu, guru-guru, para pemimpin bangsa, serta masyarakat Indonesia.

Sebagian jamaah mengaku telah membawa daftar nama keluarga dan kerabat yang dititipi doa untuk dibacakan saat berada di Raudhah.

Menurut para ulama, meskipun setiap tempat di muka bumi dapat digunakan untuk berdoa kepada Allah SWT, berada di tempat-tempat mulia seperti Raudhah sering kali memberikan suasana kekhusyukan yang lebih mendalam sehingga semakin menguatkan pengharapan seorang hamba kepada Rabb-nya.

## Bukti Kebersamaan dan Kekompakan Jamaah

Keberhasilan seluruh jamaah masuk Raudhah juga menunjukkan kekompakan rombongan KBIHU AG selama menjalankan program ibadah di Madinah.

Para ketua rombongan, ketua regu, pembimbing, dan jamaah saling membantu, terutama terhadap jamaah lansia dan jamaah yang membutuhkan pendampingan khusus.

Nilai kebersamaan yang telah terbangun sejak keberangkatan dari Indonesia, selama berada di Makkah, Arafah, Muzdalifah, Mina, hingga Madinah, terus terjaga dengan baik.

## Madinah Menjadi Penutup yang Indah

Setelah menuntaskan seluruh rukun dan kewajiban haji di Makkah, pengalaman memasuki Raudhah menjadi pelengkap perjalanan spiritual jamaah KBIHU AG di Kota Nabi.

Bagi para jamaah, Madinah menghadirkan suasana yang berbeda. Jika Makkah mengajarkan penghambaan dan perjuangan, maka Madinah mengajarkan kelembutan, cinta kepada Rasulullah ﷺ, persaudaraan, dan akhlak mulia.

Pembimbing KBIHU AG berharap seluruh pengalaman yang diperoleh jamaah selama berada di Raudhah dapat menjadi bekal untuk memperbaiki diri, keluarga, dan masyarakat setelah kembali ke tanah air.

> **”Alhamdulillah, hari ini tidak ada jamaah AG yang tertinggal. Semua dapat masuk Raudhah, termasuk para lansia dan pengguna kursi roda. Semoga sebagaimana Allah mempertemukan mereka dengan Raudhah di dunia, Allah kelak mempertemukan mereka dengan taman-taman surga di akhirat.”**

*Quote*

## **“Raudhah Menyatukan Doa, Harapan, dan Kerinduan Umat kepada Rasulullah ﷺ.

Leave a Comment