Datang Silaturahmi ke SMPN 18 Surabaya, Ketua LSM Lembah Arasia Justru Tak Ditemui Kepsek

LIPUTAN HUKUM INDONESIA SURABAYA* – Kedatangan tamu dengan niat silaturahmi ke SMP Negeri 18 Surabaya justru berujung tanpa pertemuan dengan pimpinan. Ketua DPD LSM Lembah Arasia Jawa Timur, Bambang Hardoko, mengaku tidak ditemui Kepala Sekolah berinisial GPW saat berkunjung ke sekolah, Rabu 3/6/2026 sekitar pukul 09.30 WIB.

Bambang datang ke SMPN 18 Surabaya, Jalan Bambang Sutoro, Komplek Kenjeran, Kec. Bulak, sesuai prosedur. Ia melapor dan mengisi identitas di buku tamu pos keamanan. Tujuan kedatangannya disampaikan jelas: silaturahmi sekaligus meminta kejelasan terkait sejumlah surat pendaftaran peserta didik baru jalur daring yang ditolak dan belum mendapat kepastian prosedur.

Menurut pengakuan Bambang, saat GPW melihat kehadirannya dari jarak jauh, kepala sekolah tidak menyambut atau mengajak berdialog. “Beliau tidak mendatangi saya atau menyapa, melainkan tiba-tiba menghindar dan pergi. Tidak ada sapaan, tidak ada penjelasan alasan. Akhirnya saya hanya dilayani staf,” ungkap Bambang kepada _Liputan Hukum Indonesia.id

Akibat tidak adanya pertemuan langsung, urusan yang ingin disampaikan hanya bisa dibicarakan dengan staf sekolah. Padahal, keputusan dan kejelasan prosedur PPDB daring menjadi kewenangan pimpinan.

Bambang Hardoko menyayangkan sikap tersebut. “Saya datang dengan hormat sebagai perwakilan masyarakat yang mencari kejelasan informasi. Pertanyaannya: mengapa pimpinan harus menghindar? Apakah ini bentuk pelayanan yang ramah dan terbuka?” ujarnya.

Ia menilai sekolah negeri seharusnya menjadi contoh keterbukaan dan responsivitas pelayanan publik. “Bagaimana sekolah bisa mendidik karakter dan etika jika pemimpin tertingginya bersikap acuh saat berhadapan dengan masyarakat?” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SMPN 18 Surabaya belum memberikan keterangan resmi. Tim redaksi masih berupaya mengonfirmasi GPW dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya untuk mendapatkan penjelasan dan hak jawab terkait kronologi kejadian.

Masyarakat berharap peristiwa ini menjadi bahan evaluasi agar setiap pimpinan lembaga pendidikan menjaga etika, tata krama, dan memberikan pelayanan maksimal kepada warga yang datang dengan niat baik.

Jurnalis isw89 

Leave a Comment