Jamaah KBIHU AG Akhiri Rangkaian Ibadah Haji dengan Haru dan Doa Kemabruran
Makkah Al-Mukarramah,Liputan Hukum Indonesia.–
Rabu, 10 Juni 2026, jam 03.00 WAS – Suasana haru menyelimuti jamaah KBIHU AG ketika menuntaskan Thawaf Wada’, thawaf perpisahan yang menjadi penutup kebersamaan mereka dengan Baitullah sebelum meninggalkan Kota Suci Makkah menuju Madinah Al-Munawwarah.
Sejak dini hari jam 01.00 WAS, jamaah AG memadati Masjidil Haram untuk melaksanakan thawaf wada’ dengan penuh kekhusyukan. Di antara lantunan doa dan dzikir, tak sedikit jamaah yang meneteskan air mata saat menyadari bahwa pertemuan mereka dengan Ka’bah telah memasuki penghujung perjalanan.
Bagi sebagian besar jamaah, thawaf wada’ bukan sekadar putaran terakhir mengelilingi Ka’bah, tetapi menjadi momentum perenungan atas seluruh perjalanan spiritual yang telah dilalui sejak mengenakan ihram, melaksanakan umrah, wuquf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, melontar jumrah, hingga menyempurnakan seluruh rukun dan kewajiban haji.
Pembimbing KBIHU AG, Mohamad Djasuli, menjelaskan bahwa thawaf wada’ memiliki makna mendalam sebagai ungkapan penghormatan terakhir kepada Baitullah sekaligus doa agar Allah SWT memberikan kesempatan untuk kembali mengunjungi Tanah Suci di masa mendatang.
> “Perpisahan dengan Ka’bah bukanlah akhir dari hubungan seorang hamba dengan Allah. Justru setelah kembali ke tanah air, seluruh nilai yang diperoleh selama haji harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.”
Menurutnya, tanda diterimanya ibadah haji tidak hanya terletak pada sempurnanya pelaksanaan manasik, tetapi juga pada perubahan perilaku, akhlak, dan meningkatnya ketaatan setelah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, jamaah juga diingatkan mengenai pesan para ulama yang tercantum dalam kitab Al-Idhah fi Manasik al-Hajj wal ‘Umrah karya Imam an-Nawawi, agar meninggalkan Tanah Haram dengan penuh adab dan pengagungan terhadap syiar Allah SWT.
Usai melaksanakan thawaf wada’, jamaah kembali ke hotel untuk melakukan persiapan keberangkatan menuju Madinah. Meskipun berat meninggalkan Makkah, kebahagiaan juga menyelimuti hati para jamaah karena mereka akan melanjutkan perjalanan menuju Kota Nabi untuk berziarah ke Masjid Nabawi dan menyampaikan salam kepada Rasulullah ﷺ.
Bagi KBIHU AG, selesainya thawaf wada’ bukan hanya menandai berakhirnya prosesi haji di Makkah, tetapi juga menjadi titik awal untuk menjaga kemabruran yang telah diperjuangkan melalui berbagai rangkaian ibadah di Tanah.
> “Ka’bah memang ditinggalkan, tetapi cinta kepada Allah dan kerinduan kepada Tanah Suci harus tetap hidup dalam hati setiap jamaah.” – Pembimbing KBIHU AG.