Rabu, 10 Dzulhijjah 1447 H / 10 Juni 2026, Pukul 08.00 WAS, Jamaah Memulai Perjalanan Spiritual dari Kota Tauhid Menuju Kota Cahaya*
Makkah Al-Mukarramah – Liputan Hukum Indonesia.–
Setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci Makkah, jamaah Kloter 69, termasuk di dalamnya jamaah *KBIHU AG*, bersiap meninggalkan Kota Makkah menuju *Madinah* pada *Rabu, 10 Juni 2026*, pukul *10.00 Waktu Arab Saudi (WAS)*.
Perjalanan ini bukan sekadar perpindahan kota, melainkan perpindahan dari kota tempat lahirnya Islam menuju kota tempat Islam tumbuh, berkembang, dan memancarkan cahaya peradaban ke seluruh dunia.
Jika di Makkah jamaah belajar tentang tauhid, pengorbanan Nabi Ibrahim AS, serta perjuangan awal dakwah Rasulullah ﷺ, maka di Madinah mereka akan menyaksikan jejak kejayaan Islam yang dibangun oleh Rasulullah ﷺ bersama para sahabatnya.
## Dari Baitullah Menuju Kota Rasulullah ﷺ
Sejak pagi hari, suasana haru tampak menyelimuti para jamaah yang meninggalkan Makkah setelah melaksanakan Thawaf Wada’.
Sebagian jamaah mengaku berat meninggalkan Masjidil Haram dan Ka’bah yang selama beberapa pekan menjadi pusat ibadah dan doa mereka.
Namun perjalanan menuju Madinah juga menghadirkan kerinduan yang tak kalah besar, yakni kerinduan untuk berziarah dan menyampaikan salam kepada Rasulullah ﷺ di Masjid Nabawi.
Dalam berbagai pengajian yang disampaikan KBIHU AG, jamaah selalu diingatkan bahwa tujuan utama perjalanan ke Madinah adalah memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi dan menghidupkan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ dengan mengikuti ajaran dan sunnah beliau.## Sowan kepada Rasulullah ﷺ, Abu Bakar, dan Umar RA
Sesampainya di Madinah, salah satu agenda utama jamaah adalah berziarah ke **Masjid Nabawi**, masjid yang dibangun langsung oleh Rasulullah ﷺ setelah hijrah dari Makkah.
Di kompleks Masjid Nabawi terdapat makam Rasulullah ﷺ yang berdampingan dengan makam dua sahabat terbaik beliau, yaitu:
* Abu Bakar Ash-Shiddiq
* Umar bin Khattab
Para jamaah akan menyampaikan salam dan penghormatan dengan penuh adab sebagaimana diajarkan para ulama.
Dalam tradisi Ahlus Sunnah wal Jamaah, ziarah ke Masjid Nabawi menjadi momentum memperkuat kecintaan kepada Rasulullah ﷺ sekaligus mengenang perjuangan beliau dalam menegakkan agama Allah.
## Menyusuri Jejak Keluarga Rasulullah ﷺ
Selain berziarah ke makam Rasulullah ﷺ, jamaah juga akan diajak mengenal berbagai lokasi yang berkaitan dengan keluarga Nabi.
Di Madinah terdapat berbagai situs bersejarah yang menjadi saksi kehidupan Rasulullah ﷺ bersama putri-putri beliau, istri-istri beliau, dan keluarga besar Ahlul Bait.
Pembelajaran sejarah ini menjadi bagian penting dari program edukasi KBIHU AG agar jamaah tidak hanya mengetahui nama-nama keluarga Nabi, tetapi juga memahami keteladanan, pengorbanan, dan perjuangan mereka dalam membela Islam.
## Ziarah ke Syuhada Uhud
Salah satu agenda yang selalu dinanti jamaah adalah kunjungan ke kawasan *Gunung Uhud*.
Di tempat inilah terjadi *Perang Uhud*, salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam.
Jamaah akan berziarah ke makam para syuhada Uhud, termasuk pemimpin mereka:
*Hamzah bin Abdul Muththalib*
Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
> “Uhud adalah gunung yang mencintai kami dan kami mencintainya.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim)
Di lokasi ini jamaah akan mempelajari pelajaran besar tentang ketaatan, disiplin, pengorbanan, dan akibat dari ketidakpatuhan terhadap perintah Rasulullah ﷺ.
## Menapak Tilas Sirah Nabawiyah
Program Madinah KBIHU AG juga akan mengajak jamaah menelusuri berbagai lokasi penting dalam sejarah Islam, antara lain:
* Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun Rasulullah ﷺ.
* Masjid Qiblatain, lokasi perubahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah.
* Kebun Kurma Madinah dan kawasan bersejarah lainnya.
* Lokasi-lokasi yang berkaitan dengan hijrah, pembangunan masyarakat Islam, dan perkembangan dakwah Rasulullah ﷺ.
Melalui kunjungan tersebut, jamaah diharapkan dapat memahami bahwa Islam tidak hanya dibangun dengan mukjizat, tetapi juga dengan perjuangan, strategi, persaudaraan, dan pengorbanan yang luar biasa.
## Mengenang Syuhada Badar
Dalam agenda kajian sejarah Islam, jamaah juga akan mendapatkan penjelasan mengenai para syuhada dan pejuang *Perang Badar*.
Meskipun lokasi Badar berada di luar Kota Madinah, kajian mengenai Perang Badar menjadi bagian penting dari pembelajaran sirah yang akan disampaikan selama berada di Madinah.
Dari Perang Badar, jamaah belajar bahwa kemenangan bukan ditentukan oleh jumlah dan kekuatan material semata, melainkan oleh keimanan, ketaatan, dan pertolongan Allah SWT.
## KBIHU AG: Haji Bukan Hanya Manasik, Tetapi Pendidikan Peradaban
Pembimbing KBIHU AG, *Assoc Prof. Mohamad Djasuli*, menjelaskan bahwa program Madinah dirancang sebagai kelanjutan dari pendidikan spiritual yang telah dijalani jamaah di Makkah.
Jika Makkah mengajarkan tauhid dan penghambaan, maka Madinah mengajarkan akhlak, persaudaraan, kepemimpinan, serta pembangunan masyarakat Islam.
> “Kami ingin jamaah tidak hanya pulang dengan kenangan perjalanan haji, tetapi juga membawa pemahaman yang utuh tentang bagaimana Rasulullah ﷺ membangun peradaban Islam dari Madinah.”
Menurutnya, pemahaman sejarah yang benar akan membantu jamaah menghayati nilai-nilai Islam secara lebih mendalam dan menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat setelah kembali ke Indonesia.
*“Dari Kota Ka’bah Menuju Kota Rasulullah ﷺ, Dari Manasik Menuju Mahabbah.”*
*Tagline Perjalanan KBIHU AG ke Madinah*
#*“Makkah Mengajarkan Tauhid, Madinah Mengajarkan Peradaban.”*
# **“Kloter 69 Bersama KBIHU AG Menapaki Jejak Rasulullah ﷺ, Menghidupkan Sirah, Menguatkan Cinta, dan Menjemput Kemabruran yang Paripurna.